Dukung Penanganan Karhutla, Pemkab Barsel Bangun 6 Kolam Air dan Buka Akses Jalan Alternatif

IMG-20261024-WA0081

Barito Selatan // Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan serta dampak kekeringan di Kabupaten Barito Selatan terus diperkuat dengan berbagai langkah nyata. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar rapat evaluasi perpanjangan Tanggap Darurat Karhutla Tahap III di Aula Pemkab Barsel, guna menyatukan langkah antar instansi dalam menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung. Rapat dipimpin oleh Pj Sekretaris Daerah, Dr. Ita Minarni, ST., MT., dan dihadiri unsur TNI, Polri, DPRD, BPBD, serta perangkat daerah terkait. Jumat, 02 Oktober 2026.

Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan bersama personel TNI, ditemukan bahwa aksesibilitas menuju daerah rawan masih menjadi tantangan utama yang menghambat mobilitas warga maupun distribusi bantuan darurat. Oleh karena itu, pemerintah daerah berencana membuka dan meningkatkan akses jalan alternatif agar masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur sungai yang saat ini kian menyusut airnya. “Dalam kegiatan distribusi bantuan bersama personel TNI, tim menemukan kondisi akses jalan yang perlu mendapat perhatian untuk mendukung mobilitas masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mempertimbangkan pembukaan atau peningkatan akses jalan alternatif agar distribusi bantuan dan kebutuhan masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada jalur sungai,” ujar Ita Minarni.

Untuk mengatasi kendala keterbatasan sumber air saat kebakaran terjadi, Pemkab Barsel telah menyiapkan enam titik kolam penampungan air yang ditempatkan di lokasi-lokasi yang kerap menjadi titik api berulang. Kolam-kolam ini dirancang agar mudah dijangkau oleh petugas pemadam sehingga waktu penanganan kebakaran dapat lebih cepat dan efektif. “Pemkab Barsel telah menyiapkan sejumlah kolam penampungan air pada titik-titik rawan kebakaran berulang. Ada sekitar enam titik kolam yang kita persiapkan untuk mendukung penanganan Karhutla,” jelasnya. Diharapkan, dengan adanya sumber air yang lebih dekat, potensi kerusakan akibat kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin.

Pj Sekda juga menjelaskan bahwa perpanjangan status Tanggap Darurat Tahap III ini mencakup berbagai upaya terpadu, mulai dari pemenuhan kebutuhan air bersih, penyaluran air tangki ke desa-desa, pembuatan sumur bor, hingga peningkatan kesiapsiagaan tim pemadam di lapangan. Semua langkah ini akan terus dievaluasi sesuai kondisi yang berkembang di lapangan. “Pemerintah daerah juga akan melihat perkembangan kondisi di lapangan untuk menentukan apakah jumlah titik air permanen perlu ditambah sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya, memastikan bahwa setiap kebutuhan warga akan selalu menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
(Dirmanto)